Rabu, 25 Desember 2013

Psikologi Perkembangan


Psikologi perkembangan adalah cabang dari suatu psikologi yang mempelajari secara sistematis perkembangan perilaku manusia secara ontogenik, yaitu mempelajari proses-proses yang mendasari perubahan-perubahan yang terjadi didalam diri, baik perubahan dalam struktur jasmani, perilaku, maupun fungsi mental manusia sepanjang rentang hidunpnya (life-span), yang biasanya dimiliki sejak konsepsi hingga menjelang nanti.
Hakikat perkembangan, istilah "perkembangan" (development) dalam psikologi
merupakan sebuah konsep yang cukup rumit dan kompleks. Didalamnya terkandung
banyak dimensi. Beberapa konsep lain yang terkandung didalamnya adalah pertumbuhan, kematangan, dan perubahan.
Tujuan psikologi perkembangan lebih menitikberatkan pada usaha-usaha mengetahui sebab-sebab yang melandasi terjadinya pertumbuhan dan perkembangan manusia, sehingga menimbulkan perubahan-perubahan. Adapun manfaat dari psikologi perkembangan adalah memberikan pengetahuan tentang perkembangan manusia yang sangat bermanfaat bagi kita.
Oleh karena itu dangat besar manfaatnya kegunaan mempelajari psikologi perkembangan, terutama bagi para orang tua dan guru sehingga dapat memberikan bantuan dan pendidikan yang tepat dan sesuai dengan pola-pola dan tingkat-tingkat perkembangan anak. Pengetahuan mengenai psikologi perkembangan akan menimbulkan kesadaran terhadap jati dirinya yang sebenarnya.
Akar historis psikologi perkembangan melewati sejarah yang cukup panjang. Oleh sebab itu untuk mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai psikologi perkembangan, dikemukakan latar belakang historis, yang dibagi menjadi 3 periode: (1) minat awal mempelajari perkrmbangan anak, (2) dasar-dasar pembentukan psikologi perkembangan secara ilmiah, dan (3) munculnya studi perkembangan psikologi modern.

Teori-teori dalam psikologi pendidikan, diantaranya :
􀂙 Teori Psikodinamik
Teori yang berupaya menjelaskan hakikat dan perkembangan kepribadian.
Unsur-unsur yang mendasari teori ini adalah motivasi , emosi , dan aspek-aspek
internal lainnya.
􀂙 Teori Kontekstual
Teori ini memandang perkembangan sebagai proses yang terbentuk dari
transaksi timbal balik antara anak dan konteks perkembangan sistem fisik, sosial,
kultural, dan historis dimana interaksi tersebut terjadi.
􀂙 Teori Bahavior dan belajar sosial
Teori ini mempelajari tentang tingkah laku seseorang yang dapat diamati dan
dipelajari melalui pengalaman dan lingungan.
Metode psikologi perkembangan dapat melalui 2 cara yaitu:
􀂙 pendekatan yang umum
Pendekatan cross-sectional, longitudinal, sekuensial, dan kros-budaya.
􀂙 metode yang spesifik.
Metode observasi, metode eksperimen, metode klinis, dan metode test.

Tahap perkembangan manusia, yaitu :
1. Perkembangan Masa Prenatal dan Kelahiran
Tahap perkembangan dan kehidupan manusia dimulai dari masa prenatal yakni sejak terjadinya pembuahan sel telur (ovum) wanita oleh sperma laki-laki dan terbentuknya zigot. Tentang kelahiran lebih difokuskan pada bagaiman pengaruhnya terhadap
perkembangan pasca lahir, kondisi lingkungan pralahir, dan sejumlah faktor lain yang mempengaruhi sebelum maupun sesudah kelahiran.
2. Perkembangan Masa Bayi
Periode masa ini dimulai dalam 2 tahun pertama dari periode pascanatal. Atau
periode ini disebut juga periode vital karena kondisi fisik dan perkembangan bayi
merupakan fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya.
3. Perkembangan Masa Anak-anak Awal
Periode ini dimulai kira-kira saat anak memasuki usia 2 tahun sampai 6 tahun.
4. Perkembangan Masa Pertengahan dan Akhir Anak-anak
Periode masa ini dimulai kira-kira usia 6 tahun sampai saat anak matang secara
seksual yaitu kira-kira umur 13 tahun untuk wanita dan 14 tahun untuk laki-laki.
5. Perkembangan Masa Remaja
Periode ini dimulai sejak anak memasuki usia 12 sampai 21 tahun. Pada periode ini
muncul konsep adolesen (remaja) sebagai suatu periode kehidupan yang berbeda dari masa anak-anak dan masa dewasa. Dalam tahap ini remaja sudah mulai berfikir tentang gambaran masa depan mereka dan mulai dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang memungkinkan remaja untuk memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan. Dan tidak dipungkiri juga remaja telah memiliki keterikatan interpersonal dengan lawan jenis.
6. Perkembangan Masa Dewasa dan Tua
Periode masa dewasa awal dimulai dari umur 20 tahun dan berlangsung samapi
40-45 tahun pada periode masa dewasa pertengahan samapi sekitar umur 65 tahun, serta masa dewasa lanjut atau masa tua berlangsung dari sekitar umur 65 sampai meninggal.
Pada tahap ini manusia sudah memiliki kematangan baik secara fisik maupun mental dan sudah dikatakan sebagai manusia dewasa, yang sudah mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk serta dapat bertanggung jawab atas segala keputusan yang telah diambil.
Dalam periode ini mulai memasuki dunia pernikahan yang tentunya bisa dikatakan
merupakan komitmen yang cukup rumit karena menyatukan dua sisi kehidupan yang
berbeda dengan sifat yang berbeda pula , maka tak jarang adanya perbedaan pendapat dalam rumah tangga. Namun pada masa ini pula seharusnya manusia sudah mampu mengambil keputusan yanag paling tepat karena secara umur dan tingkat kematangan sudah mencapai puncaknya.
Dan akan mulai mengalami kemunduran dalam sistem syaraf dan memori pada masa tua.

referensi:
Psikologi Perkembangan (Desmita)

19 komentar:

  1. Semester 2. ^,^ Hayo, Han.. udah mampir blogku belum..?

    BalasHapus
  2. aduh itu pelajaran PPD
    http://tiyaslingling.blogspot.com/

    BalasHapus
  3. wah anak rajin.buka bku semester 2 hehe

    BalasHapus
  4. ,singkat padat jelas,, satu buku di ringkas intinya

    BalasHapus
  5. jadi inget pak panji..
    http://tatiksusilowati.blogspot.com/

    BalasHapus
  6. ingat lagi sama PPD :D

    http://srikurnia27.blogspot.com

    BalasHapus
  7. mapel semester 2 kan itu :O
    http://tiaratianisa05.blogspot.com/

    BalasHapus
  8. Belum lama ini ketemu dosennya (dosen PPD dulu), mau nyelesaiin kuliah S2 katanya. :D

    Kunjungan balik ya :
    Arief's Blog

    BalasHapus